Baccarat strategy_Online sports betting sites_Texas Hold'em_Baccarat is full of leisure_Handicap gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

BSabah SpoSabah Sports Platformrts Platformanyak kota-kota Sabah Sports Platformdi Sabah Sports Platformeropa dan Amerika yang punya universitas favorit adalah tujuan populer wisatawan mancanegara. Hal ini juga menjadi alasan menarik bagi mereka yang ingin berkuliah di Eropa, karena hanya dengan visa pelajar, kamu bisa plesiran ke seluruh negara anggota Uni Eropa. Kapan lagi, kan, bisa kuliah sekaligus jalan-jalan ke berbagai destinasi yang tak terhitung jumlahnya.

Syarat dan ketentuan:

Cambridge University, Cambridge | Photo by Dorin Seremet on Unsplash

Lagi pula, bagi mahasiswa internasional, jalan-jalan di negara tempat berkuliah sudah jadi semacam kebutuhan di sela-sela jadwal perkuliahan yang menguras energi. Dalam hal ini, Eropa menjadi tempat yang tepat karena selain punya destinasi menarik yang nggak terbatas, negara-negara Eropa juga relatif dekat satu sama lain sehingga kamu bisa dengan mudah melakukan perjalanan menggunakan kereta, bus, atau mobil.

Bagaimana, syarat dan ketentuannya mudah, kan? Kalau kamu masih butuh informasi lebih lanjut terkait kompetisinya, bisa langsung hubungi Hipwee via email community@hipwee.com dengan subjek email “Tanya #PlesiranKeBarat” supaya e-mail-mu tidak tenggelam, ya.

Benua Eropa dan Amerika akan selalu disebut dalam perbincangan mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Bukan tanpa alasan, Eropa dan Amerika sejak lama terkenal memiliki sistem pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan Indonesia. Meski dalam beberapa dekade terakhir sistem pendidikan di Tanah Air mengalami perbaikan yang signifikan, harus diakui kalau Eropa dan Amerika masih unggul.

Khusus untuk yang ingin berkuliah di Eropa, sejarah dan budaya yang dimiliki benua ini juga menjadi alasan yang menarik. Seperti diketahui, Uni Eropa adalah rumah bagi 24 bahasa resmi dengan dialek yang nggak terhitung jumlahnya. Hal ini membuat siapa saja yang ingin berkuliah di Eropa memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa asing, karena kebanyakan program S1 di Eropa umumnya menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa pengantar.

Bagaimana, sudah kepikiran mau membagikan apa dalam kompetisi media sosial Qatar Airways x Hipwee kali ini? Kalau sudah, langsung saja simak syarat dan ketentuan kompetisinya di bawah ini. Akan ada hadiah senilai total Rp5.000.000 dan merchandise ekslusif Hipwee untuk lima orang pemenang, lo!

Atau kamu bisa juga kunjungi Pusat Bantuan Hipwee Creator Community.

Nah, itu dia 4 di antara sekian banyak alasan mengapa Eropa dan Amerika menjadi pilihan populer orang yang ingin melanjutkan pendidikan. Kamu yang juga ingin kuliah di Eropa atau Amerika punya alasan yang sama dengan 4 di atas nggak? Atau kamu punya alasan yang lebih menarik dan valid? Kalau punya, yuk, bagikan alasanmu lewat kompetisi media sosial #PlesiranKeBarat persembahan Qatar Airways Student Club x Hipwee.

Selain itu, pemerintah dan sebagian besar universitas di Eropa dan Amerika juga sering menawarkan beasiswa untuk pelajar internasional. Uni Eropa sendiri setiap tahunnya menyediakan beasiswa untuk pelajar di seluruh dunia, dan Indonesia tercatat telah memberangkatkan sebanyak 1.600 pelajar dan dosen melalui berbagai macam program beasiswa setiap tahunnya.

Akan tetapi, popularitas benua Eropa dan Amerika sebagai tujuan menimba ilmu bukan hanya karena itu saja. Setidaknya ada 4 alasan mengapa para lulusan SMA yang ingin meraih gelar sarjana, sarjana yang ingin mendapat gelar magister, hingga magister yang ingin menjadi doktor mengimpikan kuliah di Eropa atau Amerika. Apa saja?

Dalam menyusun daftar tersebut, Times Higher Education meninjau sebanyak 1.600 universitas terbaik di dunia. Hasilnya, lebih dari 550 universitas yang memenuhi penilaian tersebut adalah universitas yang berada di Eropa, seperti University of Oxford di Inggris, Swiss Federal Institute of Technology Zurich di Jerman, dan Karolinska Institute di Swedia.

Ilustrasi beasiswa | Photo by Davis Sanchez from Pexels

Hampir sebagian besar universitas terbaik dunia berada di Eropa dan Amerika. Ini adalah alasan utama mengapa dua benua tersebut populer dijadikan tempat menimba ilmu. Times Higher Education baru-baru ini mengeluarkan daftar peringkat universitas-universitas terbaik dunia, yang disusun berdasarkan sistem pembelajaran dan pengajaran, lingkungan yang mendukung penelitian, hingga reputasi yang dimilikinya.

Bendera Uni Eropa di atas Reichstag Jerman | Photo by Christian Lue on Unsplash

Join ke grup Tele Hipwee Creator Community klik di sini

Dalam kompetisi media sosial ini kamu bisa menceritakan serba-serbi Eropa dan Amerika dalam format foto, video, carousel, micro blog, atau video reels. Nggak hanya menceritakan alasan menarik mengapa ingin kuliah di Eropa dan Amerika, dalam kompetisi ini kamu bisa membagikan apapun terkait dua benua tersebut, mulai dari tips mendapatkan beasiswa, sekolah yang didambakan, kota studi yang diimpikan, jurusan yang diharapkan, atau tempat wisata impian. Pokoknya apapun!

Kamu juga bisa menceritakan kisah perjalanan liburanmu ke Eropa atau Amerika sebelum pandemi, hingga rencana-rencana yang ingin segera kamu wujudkan ketika pandemi Covid-19 memungkinkan plesiran lagi, untuk memotivasi diri dan menyemangati banyak orang di tengah kondisi yang menyulitkan ini.

Join ke grup WA Hipwee Creator Community klik di sini

Santorini, Yunani | Photo by jimmy teoh from Pexels

Kebanyakan orang akan mengasosiasikan kuliah di luar negeri dengan biaya yang mahal. Well, hal tersebut hanya benar separuhnya karena Eropa dikenal memiliki biaya pendidikan yang cukup terjangkau jika dibandingkan tujuan pendidikan luar negeri di negara lain. Menjadi wajar jika orang berlomba-lomba berkuliah di Eropa yang memiliki kualitas pendidikan terbaik dengan biaya lebih terjangkau.

Biar kamu nggak ketinggalan info terkait kompetisi ini, yuk

Nggak kalah dengan Eropa, Amerika juga punya sederet universitas terbaik di dunia. Sebut saja di antaranya Princeton University, Harvard University, Stanford University, dan Massachusetts Institute of Technology.